LENTERA
Mari belajar dan berbagi
Halaman
Rabu, 27 Mei 2020
Kamis, 10 Oktober 2019
Mendidik Anak
Mendidik Anak
Menjadi orang tua tentu menjadi sesuatu
yang diidam-idamkan dalam sebuah keluarga. Anak tentu menjadi karunia terbesar
setelah menikah. Tentunya tidak mudah menjadi seorang tua karena anak adalah
amanah Allah yang tentunya harus dijaga sampai mereka dewasa. Sayangnya semakin
sekulernya lingkungan membuat tumbuh kembang anak secara moral dan akhlak
terganggu. Ini juga yang menyebabkan kenakalan anak terjadi sehingga orang tua
menjadi bingung dan repot harus berbuat apa. Islam menjadikan hubungan orang
tua dan anak sangat seimbang. Orang tua terbebani pendidikan terhadap anak
mereka sedangkan anak terbebani dengan memuliakan orang tua. Akan tetapi kunci
utama pendidikan anak pada dasarnya adalah pada orang tua itu sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, ““Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal
darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu.
Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan
membantunya untuk menaati perintah-Nya.”
Berkaitan dengan cara mendidik anak, ada
beberapa hal yang menjadi catatan kita, yakni
- Menanamkan keimanan dan akidah dalam jiwa anak. Contohnya : Allah Maha Esa, Allah Maha Kuasa
- Menjauhkan anak dari akhlak tercela, dengan cara menanamkan agar anak-anak menjauhi sifat-sifat dusta, khianat, iri, dengki dan lain-lain
- Serius memberikan pendidikan dengan keteladanan, ingat satu perbuatan lebih bermakna daripada seribu kata-kata
- Menghindarkan diri dari sifat kontradiktif yang dapat dilihat dan dicontoh anak
- Memperhatikan fase-fase perkembangan usia anak, sehingga orang tua dapat belajar untuk mendampingi anak secara tepat.
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.
Jumat, 27 September 2019
Menjadi Guru Komunikatif
“Kalau Ibu pindah, kami harus mencari kemana
jika kangen atau butuh pencerahan dari Ibu?’
Sebuah sms masuk sebulan setelah SK mutasi
saya terima.
Dari seorang anak yang belum pernah bertemu
dalam kegiatan pembelajaran di kelas, karena dia anak IPS dan saya spesialis mengajar
kimia kelas XII.
Kedekatan siswa (anak) dan guru, hampir semua
sudah mengalaminya. Dengan berbagai versi cerita dan keunikan masing-masing. Membangun kedekatan dengan siswa merupakan salah satu
keahlian yang harus dimiliki oleh guru. Seorang guru harus mampu, memahami dan melaksanakan
hal-hal yang bersifat teknis pada saat proses pembelajaran berlangsung dan saat
berinteraksi dengan siswa pada jam-jam di mana siswa berada dalam lingkungan sekolah.
Kegagalan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas pada umumnya, dan pembentukan
karakter siswa dalam kegiatan pembiasaan dikarenakan faktor komunikasi yang lemah.
Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan dalam
membangun komunikasi dan menjalin
kedekatan dengan siswa di sekolah,
1. Tebarkan
Senyum Ramah.
Kadang-kadang
seorang guru memiliki banyak masalah. Masalah administrasi guru yang tidak
kelar-kelar, tuntutan harus menyelesaikan laporan kegiatan, masalah keuangan
keluarga, masalah di lingkungan rukun warga, atau masalah nilai anak yang tidak
memenuhi KKM. Dan itu seringkali membuat guru menjadi susah menarik garis
bibirnya menjadikannya sebagai senyum. Hal ini bisa jadi menakutkan buat siswa.
Padahal seulas senyuman adalah ibadah. Berdasarkan survei kecil-kecilan pada
siswa, ternyata guru yang murah senyum lebih disukai daripada guru yang tidak
pernah senyum. Apakah kita tidak boleh marah ? Ya boleh saja, hanya mungkin
melihat situasi dan kondisi. Jangan marah terus, karena marah tidak baik untuk
kesehatan.
2. Suka Menyapa.
Menyapa siswa di pagi hari ketika
mereka berebutan masuk ruang kelas, saat
bergerombol di jam-jam istirahat, atau setelah pembelajaran usai ternyata
efektif untuk mengenal mereka lebih dekat. Apalagi hafal nama mereka, minimal
nama panggilan kesayangan. Siswa akan bangga dikenal gurunya. Entah ada di mana
posisi “kemampuan”nya dalam pembelajaran kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa
guru biasanya hanya mengenal 3 siswa : pembelajar cepat, pembelajar lambat dan
siswa yang sering membuat masalah. Dapatkah kita mengenal siswa lebih dari 3
kriteria itu ?
Menjaga wibawa sangat perlu,
tetapi menjaga kewibawaan dalam keramahan jauh lebih perlu. Ada yang masih suka
pasang wajah angker pada siswa ? Ubahlah supaya tidak cepat tua.
3. Dengarkan
Bila Dia Bicara.
Biarkan mereka tahu bahwa kita
tertarik untuk mengetahui tentang mereka. Kadang guru perlu bertanya pada siswa
“apa yang terjadi” saat menjumpai mereka menunjukkan sikap gelisah, riang,
senyum-senyum sendiri, melamun pas jam pelajaran, menyendiri dan sebagainya. Kadang
kita harus begitu, karena seringkali mereka memerlukan perhatian kita. Jika
mereka mau cerita tentang yang dialami, maka tugas kita menjadi pendengar yang
baik
4. Mengikuti
Trend
Saat lagu
Noah yang berjudul Separuh Aku menjadi lagu kebangsaan anak-anak di sekolah,
diam-diam saya ikut menghafalnya. Selain memang liriknya bagus, saya bisa
ngobrol dengan siswa lewat lagu itu. Caranya kadang lewat ajakan menyanyi
sambil duduk-duduk di bawah pohon kelengkeng. Berbaur dengan siswa dalam
suasana santai, kadang membuat mereka
tidak sungkan untuk curhat, tentang apa saja dan bahkan tentang siapa saja.
Gurunya kepo ? tentu saja tidak, kita butuh banyak informasi dari mereka
tentang siapa mereka dan bagaimana kita sebagai guru. Mengikuti trend mereka,
artinya kita tahu apa yang mereka inginkan, kita bisa masuk untuk memberi
pengaruh positif. Guru lebih bijaksana.
5. Menghargai
Anak
Buatlah
mereka merasa aman, pastikan kita bisa menghibur siswa ketika ia mengalami
kegagalan, mengatakan sesuatu dengan cara yang lebih positif, menanggapi
sesuatu dengan sabar adalah cara terbaik untuk berkomunikasi dengan mereka, Dan
mereka pun merasa dihargai.
Kadang kita bisa lupa, saat bertemu dengan anak yang
suka membuat masalah, ketemu anak yang masih tidak mampu mengerjakan soal
meskipun sudah dijelaskan berulang-ulang. Kita marah, kita kecewa, bahkan tak
sadar membanding-bandingkan dengan diri kita sendiri. Atau membandingkan dengan
siswa yang lain. Menunjukkan kesombongan kita sebagai guru. Nah, jika itu terjadi
marilah kita mencoba merendahkan hati. Sikap rendah hati seorang guru mengandung makna bahwa
dia sangat menghargai anak didiknya. Tidak memandang rendah terhadap siswa yang
dianggapnya bodoh sekalipun. Guru yang rendah hati, siswa pun belajar rendah hati.
Guru komunikatif adalah guru yang berhasil menjalin komunikasi
yang baik dengan siswa. Guru seperti ini kehadirannya akan selalu dirindukan.
Guru yang dirindukan siswa mempunyai tugas khusus untuk menggiring siswa
menjadi jauh lebih baik. Berbeda jenjang
tentu saja berbeda juga cara berkomunikasinya. Dan kita harus banyak belajar
untuk itu. Semoga bermanfaat dan marilah terus belajar.
* Pernah dimuat di Gurusiana dengan link :
http://srirahmiyati.gurusiana.id/article/menjadi-guru-komunikatif-4948020
Biarkan Mereka (Belajar) Berpuasa
Biarkan Mereka (Belajar) Berpuasa
Saya masih ingat pada saat berlatih puasa di
umur 6 tahun. Bapak dan ibu memotivasi dengan luar biasa. Pelayanan yang
diberikan sangat istimewa, di mulai dari sesi makan sahur yang disuapi (padahal
saat itu sudah bisa makan sendiri). Kemudian digendong saat bangun tidur dan
mau cuci muka ke kamar mandi., disediakan lauk istimewa sesuai kesukaan dan
diajak jalan-jalan ke Taman Sari, Stasiun Tugu atau melihat Kraton Jogja
sepulang jamaah subuh di masjid. Yang masih terkenang-kenang adalah saat berbuka,
kita boleh makan apa saja sesuai keinginan. Tak ayal sejak pagi sudah sibuk
mengumpulkan makanan ini itu. Lalu boleh bermain di masjid dan sekitarnya
sepanjang hari, karena sekolah libur penuh selama ramadhan. Kenangan belajar
puasa yang menyenangkan.
Puasa secara bahasa artinya menahan dari
sesuatu. Adapun secara istilah syar’i artinya menahan diri dari makan, minum
dan segala pembatal puasa yang disertai dengan niat dari mulai terbitnya fajar
shadiq hingga terbenanmnya matahari.
Puasa diwajibkan bagi orang yang beriman,
yang berusia baligh laki-laki maupun perempuan. Puasa pada anak-anak belumlah
wajib. Namun melatih mereka untuk berpuasa sangat dianjurkan. Sebagai ajang
latihan, anak-anak yang berumur 4-8 tahun dapat menjalankan puasa setengah hari
(puasa bedhug, di berbuka di tengah hari), atau puasa tiga perempat hari di
belakang (puasa ‘ashar, berbuka pada saat adzan ‘ashar).
Membersamai dan mengajarkan berpuasa pada anak-anak
adalah kewajiban orang tua, dengan cara memberi motivasi dan pendekatan yang
baik. Sehingga anak-anak mau berlatih puasa dengan sukarela. Beberapa manfaat
puasa yang dapat kita jelaskan pada anak adalah :
1. Puasa
mendekatkan anak pada agama
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ayat tersebut jelas, bahwa puasa
diwajibkan. Tugas orang tua adalah mengajak anak untuk taat pada perintah
Allah. Melatihnya berpuasa, sama artinya dengan melatihnya untuk taat kepada
Allah. Taat kepada Allah menjadikan anak akan mengenali agamanya, memahami dan
menjalankan sesuai perintah dan larangan.
Beri motivasi dan pujian terus sampai
mereka menyelesaikan puasanya. Jelaskan juga bahwa segala sesuatu punya tujuan,
maka puasa juga punya tujuan. Membangun rasa cinta Allah dan RasulNya dimulai
dari menaati perintahNya.
2. Puasa
mengajarkan anak untuk menjaga keseimbangan hidup
Pada hakikatnya kita adalah hamba Allah
yang diperintahkan untuk beribadah. Namun karena kesibukan pekerjaan, sekolah,
bermain dan lain-lain membuat kita sering melupakan kewajiban kita, Pada bulan
puasa ini kita melatih diri untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh
kewajiban tersebut. Menyeimbangkan hidup bersama anak adalah menghidupkan
suasana Ramadhan dengan amalan-amalan yang baik, serta mengajarkan bahwa puasa
tidak juga menghalangi aktifitas keseharian kita.
3. Puasa
melatih kedisiplinan soal waktu
Untuk menghasilkan puasa yang tetap fit
dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup. Hal ini
mendidik tubuh kita untuk tidur lebih teratur. Bangun untuk makan sahur di pagi
hari dan berbuka di waktu yang sesuai dengan jadwal di sore hari, ada dua waktu
yang dinanti dan ditaati anak.
Point penting dari puasa dalam melatih
kedisiplinan adalah: tidur teratur, sahur dan buka tepat waktu, belajar
mengatur waktu antara kegiatan ramadhan dan aktifitas harian.
4. Puasa
mengajarkan rasa empati dan silaturahmi
Dalam Islam ada persaudaraan sesama
muslim, yang tampak jelas di bulan Ramadhan adalah orang-orang memberikan
takjil buka puasa di masjid dengan ikhlas, lebih banyak bersedekah, menjalin
silaturahmi saat jamaah sholat di masjid.
Selain itu belajar berpuasa, akan memahamkan
kepada anak bagaimana rasanya lapar dan haus. Diharapkan tumbuh empati kepada
orang yang kurang beruntung secara ekonomi yang ada di lingkungan sekitarnya.
5. Puasa
menyehatkan badan
Puasa membantu anak mengatur pola makan
menjadi teratur.
Puasa juga melatih anak untuk makan
makanan yang sehat. Pada saat sahur dan berbuka kita dapat memberikan makanan
cukup gizi, menahan anak-anak dari jajan sembarangan. Juga perlu diberi
penjelasan bahwa puasa dapat mengistirahatkan pencernaan dan perut dari
kelelahan kerja yang terus menerus sepanjang hari sepanjang tahun. Selain itu puasa
juga membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi).
6. Puasa menanamkan kejujuran
Anak yang berpuasa, melatih mereka untuk
jujur. Jujur pada orang tua, orang lain dan diri mereka sendiri. Jujur pada
diri sendiri diperoleh dengan mereka menyadari harus menahan rasa haus, rasa
lapar dan sikap-sikap buruk. Dan jika mereka tidak kuat, mereka akan jujur
mengatakan bahwa memang tidak kuat untuk minta berbuka duluan. Tak apa, namanya
juga belajar.
Puasa juga mengajarkan pada anak untuk
menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa.
Model saya dengan model orang tua saya dalam
melatih puasa pada anak-anak saat mereka masih kecil, tidak jauh berbeda. Jika
ada perbedaan terletak pada bonus di hari raya. Dulu jika puasa saya penuh berarti
mendapat baju baru dua potong. Anak-anak saya (kemarin dulu) jika puasa penuh
dapat angpao banyak, dari kakek, nenek, paman, bibi dan saudara. Tidak
mengajarkan matre, tapi sebagai bentuk penghargaan saja dari orang-orang
dewasa. Toh, sekarang mereka tetap puasa wajib dan sunat meski jauh dari orang
tua dan tidak pantas lagi mendapat angpao di hari raya.
Lain ladang lain belalang, begitu juga
lain keluarga maka beda juga cara melatih anak dalam melaksanakan ibadah puasa
ini.
Sebagai tambahan yang mungkin berguna
bagi kita, ada tips cantik ala Sara Risman (Parenting
With Elly Risman and Family) dalam Tips RamadhanDay #2:
Tips Ramadhan Day #2:
Anak yang masih di bawah usia 7 tahun boleh sahur sebangunnya jika setelah dibangunkan pada waktu sahur belum berhasil bangun juga.
Mereka puasa sekuatnya sampai waktu yg sama selama 3 hari ke depan.
Setelah itu tambah minimal 1 jam. Untuk 3 hari ke depan.
Jadi misalnya kalau hari ini hanya bisa sampai jam 11, besok dan lusa harus minimal jam 11.
Hari ke-4 minimal sampai jam 12, untuk 3 hari ke depannya.
Hari ke-7 sampai jam 1 dan begitu seterusnya.
Dengan metode ini, seharusnya, targetnya sebelum hari raya, sudah berhasil puasa full
Jika sudah berbuka, tidak boleh lanjut lagi.
Karena puasa tidak boleh putus sambung sesuka hati.
Dan mengizinkannya hanya akan mengacaukan konsep puasa.
Itu metode lama dan salah. Zaman sudah berganti.. Generasi berubah, ilmu semakin nambah jadi cara juga harus berubah. Lebih baik mengasuh langsung dengan benar sekalian, daripada memperbaiki yang sudah terlanjur salah. Ya kalau umur kita cukup panjang untuk membetulkannya.. Kalau tidak?
Anak yang masih di bawah usia 7 tahun boleh sahur sebangunnya jika setelah dibangunkan pada waktu sahur belum berhasil bangun juga.
Mereka puasa sekuatnya sampai waktu yg sama selama 3 hari ke depan.
Setelah itu tambah minimal 1 jam. Untuk 3 hari ke depan.
Jadi misalnya kalau hari ini hanya bisa sampai jam 11, besok dan lusa harus minimal jam 11.
Hari ke-4 minimal sampai jam 12, untuk 3 hari ke depannya.
Hari ke-7 sampai jam 1 dan begitu seterusnya.
Dengan metode ini, seharusnya, targetnya sebelum hari raya, sudah berhasil puasa full
Jika sudah berbuka, tidak boleh lanjut lagi.
Karena puasa tidak boleh putus sambung sesuka hati.
Dan mengizinkannya hanya akan mengacaukan konsep puasa.
Itu metode lama dan salah. Zaman sudah berganti.. Generasi berubah, ilmu semakin nambah jadi cara juga harus berubah. Lebih baik mengasuh langsung dengan benar sekalian, daripada memperbaiki yang sudah terlanjur salah. Ya kalau umur kita cukup panjang untuk membetulkannya.. Kalau tidak?
Puasa adalah proses yg harus dilalui
seumur hidup, buat semenyenangkan mungkin😊
Mungkin masih ada dari kita yang eman-eman ketika mau melatih berpuasa
pada anak-anak dengan berbagai alasan. Tentunya hak masing-masing dalam
mendidik anak, pendapat boleh berbeda. Tugas kita sebagai orang tua adalah
melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita.
Mengajarkan dan melatih beribadah yang
diperintahkan Allah SWT adalah salah satu usaha kita, dan itu dapat dimulai
sejak dini.
Semoga bermanfaat.
*Tulisan ini pernah diposting di Gurusiana tgl 29 Mei 2017
* Link : http://srirahmiyati.gurusiana.id/article/biarkan-mereka-belajar-berpuasa-173276
Senin, 29 Juli 2019
Sastra-Puisi
MALAM
Aku
hanya ingin bercerita padamu
tentang
kita di masa itu
saat
sawah masih menghijau terhampar, dan sungai-sungai bening gemericik
saat
kita muda dan selalu menyenandungkan indahnya burung berkicau
perasaan
yang sama menyatukan mimpi dalam bahtera indah bertabur bunga-bunga
Andai
badai tak menghempas setiaku
kita
masih bernyanyi dan melangkah bersama
menyusuri
pematang, menyibak semak berduri dan bergandengan di atas jembatan bambu licin
terguyur hujan,
menari
di bawah rinai, dan mentertawakan pelangi
Namun
acapkali rasa syukur kita lupakan
Kau,
merenggut apa yang pernah kita punya
meremasnya
hingga remuk berkeping
dalam
diamnya malam
hingga akhirnya aku tak mengerti mengapa secuil asaku
menjadi kenangan
kaki langi di bukit amben
memberiku jawaban, mengapa rinduku tak berjawab
Yogyakarta, 29 Juli 2019
*tak ingin lelah berbagi
Rabu, 17 Juli 2019
Belajar Sepanjang Hayat
Belajar Sepanjang Hayat
Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.” Dari hadits tersebut jelas terlihat bahwa menuntut ilmu adalah sebuah keharusan tidak terbatas waktu. Menuntut ilmu juga menjadi keharusan bagi siapa saja, laki-laki, perempuan, tua dan muda. Dengan ilmu manusia dapat lebih bijaksana dalam menjalani hidupnya dan dengan ilmu pula manusia ditinggikan derajadnya oleh Allah SWT sebagaimana firmanNya berikut ini,
Dan apabila dikatakan: “Berdirilah
kamu” maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad, dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mujadallah :11)
Belajar yuuuuk..........😊😊😊
VCT atau Virtual Coordinator Training adalah sebuah kegiatan di mana kita belajar tentang bagaimana mengelola training online. Dalam kegiatan ini, peserta akan belajar tentang google form, digital flyer, room webex, kegiatan vicon (video conference), dokumentasi, QR Code dan lebih banyak lagi. Yang tak kalah seru, semangat untuk saling berbagi ilmu, belajar bersama, tidak menggurui, ketrampilan membagi waktu dan gigih, menjadi warna yang indah selama mengikuti kegiatan VCT ini. Persaudaraan terjalin dengan indah. Pengetahuan pun bertambah.
Untuk mendapatkan semua itu, jangan lupa bergabung ke http://bit.ly/pendaftaran-vct5-Jateng-DIY atau menggunakan barcode yang ada. Guru harus selalu siap berubah menjadi jauh lebih baik dengan belajar dan berbagi.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Jumat, 12 Juli 2019
SALAM
Assalamu'alaikum. Wr. Wr
Ketika saya benar-benar
mampu menyelesaikan blog ini, maka yang pertama dan utama saya memanjatkan rasa
syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT.
Setelah sekian lama blog pribadi hilang entah kemana, maka mulai saat ini saya ingin memulai untuk menulis tentang pendidikan dan segala yang ada dan saya temui. Dengan blog ini, harapan saya dapat memotivasi para guru
untuk lebih memahami dan mencintai profesi guru. Saya juga ingin mengajak para
guru untuk terus belajar dan belajar, mengupgrade
diri untuk meningkatkan ilmu dan mengasah ketrampilan. Menjadi guru yang
memiliki komitmen untuk bisa asah, asih dan asuh.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Populer
-
A ssalamu'alaikum. Wr. Wr Ketika saya benar-benar mampu menyelesaikan blog ini, maka yang pertama dan utama saya memanjatkan rasa...
-
MENJADI GURU KOMUNIKATIF “Kalau Ibu pindah, kami harus mencari kemana jika kangen atau butuh pencerahan dari Ibu?’ Sebuah sms masuk se...
-
MALAM Aku hanya ingin bercerita padamu tentang kita di masa itu saat sawah masih menghijau terhampar, dan sungai-sungai bening gem...
